Jasa translate indonesia inggris | Translator | 10.000 the best | terjemahan | penerjamah

Agustus 21, 2009

Novel Translate Indonesia inggris

Filed under: Uncategorized — ukaya @ 5:26 pm

Contoh terjemahan novel:

THE KREUTZER SONATA.
CHAPTER I.
Travellers left and entered our car at every stopping of the train. Three persons, however, remained, bound, like myself, for the farthest station: a lady neither young nor pretty, smoking cigarettes, with a thin face, a cap on her head, and wearing a semi-masculine outer garment; then her companion, a very loquacious gentleman of about forty years, with baggage entirely new and arranged in an orderly manner; then a gentleman who held himself entirely aloof, short in stature, very nervous, of uncertain age, with bright eyes, not pronounced in color, but extremely attractive,–eyes that darted with rapidity from one object to another.
This gentleman, during almost all the journey thus far, had entered into conversation with no fellow-traveller, as if he carefully avoided all acquaintance. When spoken to, he answered curtly and decisively, and began to look out of the car window obstinately.
Yet it seemed to me that the solitude weighed upon him. He seemed to perceive that I understood this, and when our eyes met, as happened frequently, since we were sitting almost opposite each other, he turned away his head, and avoided conversation with me as much as with the others. At nightfall, during a stop at a large station, the gentleman with the fine baggage–a lawyer, as I have since learned–got out with his companion to drink some tea at the restaurant. During their absence several new travellers entered the car, among whom was a tall old man, shaven and wrinkled, evidently a merchant, wearing a large heavily-lined cloak and a big cap. This merchant sat down opposite the empty seats of the lawyer and his companion, and straightway entered into conversation with a young man who seemed like an employee in some commercial house, and who had likewise just boarded the train. At first the clerk had remarked that the seat opposite was occupied, and the old man had answered that he should get out at the first station. Thus their conversation started.

===================================================================================

SONATA KREUTZER.
BAB I.
Para pelancong meninggalkan dan memasuki mobil kami di setiap perhentian kereta. Tiga orang, bagaimanapun juga, tetap tinggal, menuju, seperti diriku, stasiun yang terjauh: seorang wanita yang tidak muda juga tidak cantik, menghisap rokok, dengan wajah tipis, sebuah topi menempel di kepalanya, dan mengenakan pakaian luar semi-maskulin; kemudian teman wanita itu, seorang pria yang sangat cerewet berusia sekira empat puluh tahun, dengan koper-koper yang sepenuhnya baru dan ditata secara rapi; kemudian seorang pria yang sangat pendiam, bertubuh pendek, sangat gugup, usianya tidak diketahui pasti, dengan mata yang cemerlang, warnanya tidak jelas, tetapi sangat menarik, — mata yang berpindah cepat dari satu benda ke benda lainnya.
Pria ini, selama hampir seluruh perjalanan sejauh ini, tidak bercakap-cakap dengan sesama pelancong lainnya, seolah-olah ia berhati-hati menghindari perkenalan. Saat diajak bicara, ia menjawab pendek dan tegas, dan mulai melihat keluar jendela mobil dengan lekat.

Tetapi, sepertinya bagiku kesunyian melingkupinya. Ia sepertinya menyadari bahwa aku mengerti ini, dan ketika mata kami bertumbukan, yang berulang kali terjadi, karena kami duduk hampir saling berlawanan, ia memalingkan kepalanya, dan menghindari percakapan dengan saya seperti halnya dengan yang lainnya. Saat malam tiba, selama salah satu perhentian di sebuah stasiun besar, pria dengan koper-koper bagus itu – seorang pengacara, seperti yang aku sejak itu telah pelajari – keluar dengan temannya untuk minum teh di restoran. Selama kepergian mereka beberapa pelancong baru memasuki mobil, yang di antara mereka adalah seorang pria tua tinggi, bercukur dan berkeriput, jelaslah seorang pedagang, mengenakan mantel berlapis berat yang besar dan topi yang besar. Pedagang ini duduk di depan kursi kosong sang pengacara dan temannya, dan langsung terlibat percakapan dengan seorang pria muda yang terlihat seperti seorang pekerja di sebuah toko, dan yang juga baru saja naik kereta. Awalnya sang juru tulis itu berkata bahwa kursi di depan itu sudah ditempati, dan sang pria tua itu menjawab bahwa ia harus keluar di stasiun pertama. Begitulah percakapan mereka dimulai.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: